Peran dan fungsi sosiologi
Peran dan fungsi sosiologi
Setelah
kamu memahami apa itu sosiologi, kamu juga harus tahu peran dan fungsi
sosiologi dalam masyarakat.
Sebagai
siswa, tentunya kamu belajar banyak ilmu pengetahuan. Namun, tahukah kamu peran
ilmu pengetahuan yang tengah kamu pelajari tersebut untuk kehidupan masyarakat?
Apa peran sosiologi di kehidupan masyarakat?
Sosiologi
sebagai ilmu pengetahuan masyarakat, membekali para sosiolog adalah orang yang
ahli di dalam ilmu kemasyarakatan (ilmu sosial). Kehadiran sosiolog sangat
diperlukan untuk pengembangan ilmu dan pembangunan masyarakat.
“Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan
pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (gejala ekonomi
dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi) dengan gejala
lainnya (nonsosial)“ Pitirim A. Sorokin
Menurut Emile Durkheim, pokok bahasan sosiologi adalah
fakta-fakta sosial. Fakta sosial adalah pola-pola atau system yang mempengaruhi
cara manusia bertindak, berpikir dan merasa. Fakta sosial tersebut berada di
luar individu. Fakta sosial mempunyai kekuatan memaksa atau mengendalikan
individu tersebut.
Ø Sosiologi dan Pengetahuan Umum
Sosiologi memiliki perbedaan dengan pengetahuan umum pada dua hal penting.
Sosiologi memiliki perbedaan dengan pengetahuan umum pada dua hal penting.
a.
Para sosiolog menggunakan imajinasi sosial. Ketika
melihat rutinitas kehidupan sehari-hari para sosiolog melihat lewat cara
pandang yang berbeda.
b.
Para sosiolog melihat bukti-bukti dari suatu isu
sebelum membuat kesimpulan.
Ø Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan
Istilah sosiologi berasal dari Bahasa Latin dan Yunani. Asal katanya adalah socius dan logos. Socius (Latin) berarti kawan tetapi dalam arti luas masyarakat. Sementara itu, logos (Yunani) berarti kata atau berbicara. Dengan demikian, ilmu sosiologi berarti ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.
Istilah sosiologi berasal dari Bahasa Latin dan Yunani. Asal katanya adalah socius dan logos. Socius (Latin) berarti kawan tetapi dalam arti luas masyarakat. Sementara itu, logos (Yunani) berarti kata atau berbicara. Dengan demikian, ilmu sosiologi berarti ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.
Ciri-ciri sosiologi sebagai ilmu pengetahuan adalah
sebagai berikut.
1. Sosiologi
bersifat Empiris. Berdasarkan hasil observasi (pengamatan)
2. Sosiologi
bersifat Teoritis. Berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi
3. Sosiologi
bersifat Kumulatif. Teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori-teori yang
sudah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas dan memperhalus
teori-teori lama.
4. Sosiologi
bersifat Non-Etis. Tidak mempersoalkan baik buruk suatu fakta, tetapi
menjelaskan fakta-fakta tersebut secara analitis.
Objek kajian sosiologi adalah masyarakat. Kata
masyarakat berasal dari akar kata Arab musyarak, artinya bersama-sama. Istilah
masyarakat dalam Bahasa Inggris adalah society. Kata society berasal dari
Bahasa Latin socius, yang berarti kawan. Selo Soemardjan mengatakan bahwa
masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
J. L Gillin dan J. P Gillin mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia
yang terbesar. Mereka mempunyai kebisaaan, tradisi, sikap, dan perasaan
persatuan yang sama. Sementara itu, menurut Ralf Linton, masyarakat merupakan
suatu kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama dalam waktu yang cukup
lama.
Dalam mempelajari masyarakat sebagai objek kajian, sosiologi
memfokuskan studinya pada hal-hal berikut.
a. Hubungan timbal-balik antara manusia satu dan manusia lainnya
b. Hubungan antara individu dan kelompok
c. Hubungan antara kelompok yang satu dan kelompok lainnya
d. Proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut dalam masyarakat
a. Hubungan timbal-balik antara manusia satu dan manusia lainnya
b. Hubungan antara individu dan kelompok
c. Hubungan antara kelompok yang satu dan kelompok lainnya
d. Proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut dalam masyarakat
Ø Metode Ilmiah
Sosiologi mengenal dua macam metode ilmiah.
Sosiologi mengenal dua macam metode ilmiah.
1. Metode kualitatif. Metode ini dipakai
apabila subjek penelitian tidak dapat diukur
2. Metode kuantitatif. Mengutamakan
keterangan berdasarkan angka-angka atau gejala-gejala yang diukur dengan skala,
indeks, table, atau uji statistic.
Ø Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Lain
Karena objek sosiologi adalah perilaku manusia maka sosiologi berhubungan erat dengan keilmuan humaniora lainnya, misalnya sejarah, psikologi, antropologi, ekonomi, politik, geografi dan ilmu sosial lainnya.
Karena objek sosiologi adalah perilaku manusia maka sosiologi berhubungan erat dengan keilmuan humaniora lainnya, misalnya sejarah, psikologi, antropologi, ekonomi, politik, geografi dan ilmu sosial lainnya.
Ø Fungsi atau kegunaan sosiologi
1.
Untuk pembangunan. Sosiologi berfungsi untuk
memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan,
maupun penilaian pembangunan.
2.
Untuk penelitian. Dengan penelitian, akan
diperoleh suatu rencana penyelesaian masalah sosial yang baik.
Ø Peran Sosiologi
1.
Sosiolog sebagai ahli riset. Para sosiolog
melakukan riset ilmiah. Tujuannya adalah mencari data kehidupan sosial
masyarakat.
2.
Sosiolog sebagai konsultan kebijakan. Prediksi
sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin
terjadi.
3.
Sosiolog sebagai praktisi. Beberapa sosiolog
terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat.
4.
Sosiolog sebagai guru atau pendidik.
TUGAS SISWA!!
1. catatlah pokok-pokok bahasan materi dibuku tulis!
Daftar Pustaka:
Maryati, Kun dan Juju
Suryawati. 2014. Sosiologi 1:Kelompok
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Esis Erlangga
Mulyadi, Yan,
dkk. Sosiologi SMA Kelas X. JAkarta:
Yudistira
Soekanto, Soerjono.
2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Raja
Grafindo Persada: Jakarta.


Komentar
Posting Komentar