POLA HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK DALAM MASYARAKAT
POLA HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK DALAM MASYARAKAT
Kita telah membahas
bentuk dan kelompok sosial. Kita juga telah melakukan pengamatan terhadap
kelompok-kelompok sosial yang ada dimasyarakat. Dari semua kegiatan itu,
dapatlah kita katakana bahwa dalam sebuah masyarakat terdapat banyak kelompok sosial.
Dalam hal tersebut muncullah berbagai pertanyaan bagaimana tiap kelompok sosial
yang ada dimasyarakat dapat berhubungan.
Suatu kelompok sosial,
tentunya akan berhubungan dengan kelompok sosial lainnya. Dalam hubungan antara
satu kelompok dengan kelompok lainnya itu, terdapat pola-pola tertentu yang
khas. Pola-pola tersebut disebut sebagai pola hubungan antarkelompok. Berikut
adalah penjelasan mengenai pola hubungan antarkelompok
A. Pola Hubungan Antarkelompok
Menurut Michael Banton, terdapat berbagai kemungkinan pola hubungan antarkelompok ras. Pola-pola tersebut adalah akulturasi, dominasi, paternalisme, pluralisme, dan integrasi. Berikut adalah penjelasan mengenai pola-pola tersebut.
Menurut Michael Banton, terdapat berbagai kemungkinan pola hubungan antarkelompok ras. Pola-pola tersebut adalah akulturasi, dominasi, paternalisme, pluralisme, dan integrasi. Berikut adalah penjelasan mengenai pola-pola tersebut.
1.
Akulturasi
Akulturasi dapat terjadi
ketika dua kebudayaan kelompok ras yang berbeda bertemu dan mulai berbaur dan
berpadu. Akulturasi akan membentuk suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan
ciri-ciri kepribadian kebudayaan masing-masing. Akulturasi tidak hanya terjadi
pada masyarakat yang mempunyai posisi yang sama, namun juga pada masyarakat
yang posisinya berbeda. Dalam proses akulturasi terjadi pula dekulturasi,
contohnya : Hilangnya kebudayaan asli daerah akibat interkasi paksa oleh
pemerintah kolonial Belanda.
2.
Dominasi
Dominasi akan terjadi
apabila suatu kelompok ras menguasai kelompok ras lainnya. Contohnya, bangsa
Belanda yang datang ke Indonesia untuk memperoleh sumber daya alam dan kemudian
dilanjutkan dengan dominasi bangsa Belanda atas penduduk asli Indonesia.
Menurut Kornblum, dalam kaitannya dengan dominasi, terdapat 4 macam kemungkinan
proses yang dapat terjadi dalam suatu hubungan antarkelompok, yaitu:
a.
Genosida :
Adalah pembunuhan berencana yang disengaja dan telah tersusun secara sistematis
terhadap suatu kelompok tertentu. Contoh : Pembunuhan orang Yahudi oleh Nazi
Jerman
b.
Pengusiran :
Mengusir suatu kelompok dari suatu wilayah. Contoh : Pengusiran warga Palestina
oleh pemerintah Israel di tepi barat sungai Yordan
c.
Perbudakan :
Sistem segolongan manusia yang dirampas kebebasan hidupnya untuk bekerja guna
kepentingan golongan manusia lain. Contoh : Sistem kerja rodi pada zaman
penjajahan Belanda.
d.
Segregasi :
Pemisahan antara golongan manusia satu dengan manusia lainnya. Contoh :
Pemisahan antara orang kulit putih dengan kulit hitam di Afrika Selatan pada
masa politik Apartheid
e.
Asimilasi :
Interaksi yang terjadi antara dua kelompok berbeda kebudayaannya sehingga
memunculkan suatu kebudayaan baru.
3.
Paternalisme
Paternalisme adalah suatu bentuk dominasi kelompok ras
pendatang atas kelompok ras pribumi. Pola ini muncul apabila kelompok
pendatang, yang secara politik lebih kuat, mendirikan koloni didaerah jajahan.
Dalam hubungan ini, Banton membedakan tiga macam masyarakat, sebagai berikut:
1)
Masyarakat metropolitan (didaerah asal
pendatang).
2)
Masyarakat kolonial yang terdiri atas para
pendatang dan sebagian dari masyarakat pribumi.
3)
Masyarakat pribumi yang dijajah.
4.
Integrasi
Integrasi adalah suatu
pola hubungan antarkelompok yang mengakui adanya perbedaan ras dalam
masyarakat, namun tidak memberikan perhatian khusus pada perbedaan ras
tersebut. Hak dan kewajiban yang terkait dengan ras seseorang hanya terbatas
pada bidang tertentu dan tidak berkaitan dengan bidang pekerjaan atau status
yang diraih dengan usaha.
5.
Pluralisme
Pluralisme adalah pola
hubungan yang mengakui adanya persamaan hak politik dan hak perdata masyarakat.
Akan tetapi, pola hubungan tersebut lebih berfokus pada kemajemukan ras
daripada pola integrasi. Menurut Furnivall, masyarakat majemuk adalah
masyarakat yang didalamnya terdapat berbagai kelompok berbeda. Tiap kelompok
tersebut tercampur tetapi tidak membaur. Contohnya, masyarakat Indonesia pada
masa penjajahan Belanda yang terdiri dari tiga kelompok ras yang hidup
berdampingan dalam satuan politik, namun terpisah. Ketiga kelompok ras ini
adalah kelompok Eropa, Timur Asing, dan pribumi.
B. Menurut Stanley Lieberson
Menurut Stanley Lieberson, ada dua macam pola hubungan antarkelompk, yaitu :
Menurut Stanley Lieberson, ada dua macam pola hubungan antarkelompk, yaitu :
1. Migrant superordination :
Adalah pola dominasi kelompok pendatang atas kelompok pribumi. Contoh :
Dominasi bangsa Eropa yang datang ke Asia, Afrika, dan Amerika
2. Indigenous superordination :
Adalah pola dominasi kelompok pribumi atas kelompok pendatang. Contoh : Dominasi
kelompok kulit putih perancis atas kelompok pendatang dari Tiongkok, ataupun Turki.
Sumber:
Maryati,
Kun. 2007. Sosiologi untuk SMA dan
MA Jilid 2. Jakarta: Esis
kbbi.web.id
Satya Suci N.A
BalasHapusCiri-ciri suku bangsa sebagai kelompok,apa saja pak?
cirinya seperti memiliki perbedaan dengan suku bangsa lain. sehingga yang memiliki kesamaan dianggap sebagai kelompoknya, dan yang memiliki perbedaan dianggap kelompok lain
HapusApakah ada kaitannya akulturasi dgn dekulturasi?
BalasHapusBy: anis Nurlaili
secara teori tidak ada karena akulturasi pembauran 2 budaya tanpa meninggalkan budaya asli sebagai ciri khas.
Hapusdekulturasi hilangnya budaya, sebagai contoh adat jawa sopan santun dll jika itu sudah tidak kita temui maka itu dikatakan dekulturasi
Asimilasi : Interaksi yang terjadi antara dua kelompok berbeda kebudayaannya sehingga memunculkan suatu kebudayaan baru.
BalasHapusNah...apakah kebudayaan baru nya tersebut akan terus dipertahankan dan diakui oleh kedua pihak?
Selva
Hapus