PROSES PERUBAHAN SOSIAL DAN SALURAN PERUBAHAN SOSIAL
PROSES PERUBAHAN SOSIAL DAN
SALURAN PERUBAHAN SOSIAL
A.
Proses
Perubahan Sosial
Perubahan di masyarakat senantiasa terjadi. Perubahan tersebut dapat diketahui dengan membandingkan keadaan masyarakat dalam satu waktu dengan keadaan yang lampau. Menurut Bertrand (1980), proses terjadinya perubahan sosial adalah sebagai berikut:
a. Difusi
Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari
satu individu ke individu yang lain, dari satu golongan ke golongan yang lain,
atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Masuknya unsur-unsur baru ke
dalam suatu masyarakat dapat terjadi melalui:
Pementasan damai (penetration pacifique), yaitu masuknya unsur baru kedalam
masyarakat tanpa tanpa paksaan dan kekerasan. Misalnya masuknya kebudayaan
islam ke masyarakat Indonesia. Perembesan dengan kekerasan (penetration
violente), yaitu masuknya unsur baru kedalam masyarakat yang diwarnai dengan
paksaan dan kekerasan sehingga terkadang merusak kebudayaan setempat. Simbiotik,
yaitu proses masuknya unsur-unsur kebudayaan ke atau dari dalam masyarakat yang
hidup berdampingan.
b. Akulturasi
Akulturasi atau kontak kebudayaan merupakan proses sosial
yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu
dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga
unsur-unsur kebudayaan tersebut lambat laun diterima dan diolah kedalam
kebudayaannya tanpa menghilangkan sifat khas kepribadian kebudayaan asal.
c. Asimilasi
Asimilasi adalah proses sosial tingkat lanjut yang timbul apabila terdapat golongan-golongan manusia yang mempunyai latar belakang kebudayaan berbeda saling berinteraksi dan bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama sehingga kebudayaan dari masing-masing golongan tersebut berubah sifatnya dari yang khas menjadi unsur-unsur kebudayaan baru yang berbeda dengan asalnya.
d. Akomodasi
Akomodasi
atau dikenal pula dengan sebutan adaptasi. Akomodasi dapat berarti keadaan atau
proses. Sebagai suatu keadaan, akomodasi menunjuk kepada adanya keseimbangan
dalam interaksi antara individu dengan kelompok sehubungan dengan norma-norma
dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Sebagai suatu proses,
akomodasi menunjuk kepada usaha-usaha manusia untuk meredakan
pertentangan-pertentangan atau usaha-usaha untuk mencapai kestabilan sosial.
Bentuk-bentuk akomodasi adalah sebagai berikut:
· Konsoliasi, merupakan pengendalian konflik melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan terjadinya difusi dan pengambilan keputusan diantara pihak-pihak yang berlawanan mengenai persoalan-persoalan yang mereka pertentangkan.
· Mediasi, adalah menunjuk pihak ketiga untuk memberikan nasihat-nasihat tentang bagaimana caranya menyelesaikan pertentangan-pertentangan diantara golongan yang bertikai.
· Arbitrasi, pengendalian konflik dengan arbitrasi (perwasitan) hampir sama dengan mediasi akan tetapi pihak yang bertikai dengan suka rela menerima putusan yang dibuat.
· Kompromi, yaitu antara pihak yang bertikai saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian masalah.
· Coercion, merupakan bentuk pengendalian konflik yang dilakukan karena adanya paksaan. Dalam hal ini salah satu pihak berada dalam keadaan lemah dari pihak lainnya.
B. SALURAN PERUBAHAN SOSIAL
Dalam proses perubahan social ini yang menjadi saluran pentingnya berupa lembaga social baik itu, lembaga-lembaga kemasyarakatan yang biasanya menjadi titik tolak bagi perubahan sosial biasanya tergantung dari “cultural focus” masyarakat, pada suatu masa tertentu atau lebih tepatnya sangat tergantung dari lembaga kemasyarakatan manakah yang pada saat itu menjadi pusat perhatian dari masyarakat. Lembaga kemasyarakatan yang pada suatu waktu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat cenderung untuk menjadi saluran utama perubahan sosial. perubahan lembaga kemasyarakatan tersebut akan membawa akibat pada lembaga- lembaga kemasyarakatan lainnya,karena lembaga tersebut merupakan suatu system yang terintegrasi.
Sedangkan dalam praktiknya, maka hanya lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakatlah yang biasanya akan cenderung menjadi sumber atau saluran-saluran utama bagi perubahan-perubahan sosial. Sedangkan di sisi lainnya, perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan tersebut juga akan membawa akibat pula pada lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya, oleh karena lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut merupakan suatu sistem yang saling terintegrasi.
Bentuk-bentuk saluran perubahan sosial
A. Lembaga perkawinan
Lembaga perkawinan merupakan lembaga dalam masyarakat yang mengatur perkawiana dalam keluraga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Namun seiring majunya jaman perubahan social enyalurkan perubahan yang terjadi elalui lembaga ini, misalnya dalam peraturan lembaga perkawinan hanya diperbolehkan menikah anatar individu yang berbeda jenis kelamin namun seiring perubahan yang terjadi dalam masyarakat saat ini, lembaga perkawian di beberapa negara mulai melegalkan perkawinan sesame jenis.
B. Lembaga Keagamaan
Agama merupakan suatu lembaga (institusi) penting yang mengatur kehidupan manusia. Dalam hal ini agama diartikan dengan istilah religion dimana terdapat suatu system terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang yang berhubungan dengan hal yang suci. Kepercayaan dan praktik tersebut mempersatukan semua orang yang beriman kedalam suatu komunitas moral yang dinamakan umat. Perubahan social yang terjadi disini dimana setiap individu diharuskan hanya memiliki satu agama saja sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya dimana agama tersebut merupakan agama yang diakui kereradaanya di Indonesia.
C. Lembaga Pendidikan
Kebutuhan akan intensitas (kedalaman) pengetahuan atau pendidikan pada tiap masyarakat tentu berbeda, seperti pada masyarakat sederhana dimana pengetahuan dan keterampilan seseorang cukup didapatatau diperoleh darikeluarga atau kerabatnya yang umumnya pengetahuan yang berhubungan dengan cara mereka memenuhi kebutuhannya dengan berburu, menanam, mengolah binatang hasil buruan. Dikenalnya pembagian kerja menurut keahlian dalam berbagai proses produksi mendorong masyarakat untuk memperdalam pengetahuanya kemudian dibentuklah lembaga pendidikan formal sebagai pelengkap lembaga informal (keluarga)
D. Lembaga Politik
Dalam setiap masyarakat, baik itu masyarakat kecil seperti keluarga, suku, hingga sebuah negara membutuhkan orang- orang yang bertugas mengatur hubungan antar warga agar selaras. Kepada para pemimpin bangsa kususnya diberikan kuasa untuk mengatur sealigus member sanksi terhadap tindakan anggotanya yang menyimpang, dengan demikian perubahan yang diingginkan (intended change) atau dirancanakan (planned change) melalui angen perubahan (agent of change). Cara untuk mempengaruhi masyarakat dengan system yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu dinamakan rekayasa social (social engineering) atau perencanaan social (social planning) contohnya sejak pemerintahan Sri Sultan hamengkubuwono X terjadi perubahan system pemerintahan di kraton Yogyakarta, sebagai akibatnya peran para bangsawan berkurang sebaliknya peran dukuh menguat
E. Lembaga Ekonomi
Manusia membutuhkan lembaga yang mengatur kegiatan ekonomi seperti pembagian kerja, kegatanproduksi,distribusi, dan perdagangan. Lembaga ekonomi muncul sejak saat masyarakat mulai melakukan barter secara rutin walaupun saat itu lembaga belum melakuakn perannya secara kompleks. Perubahan social mengunakan lembaga ekonomi sebagai saluran perubahan misalnya pada perubahan social yang tidak dirncanakan (tidak dikehendaki) dimana bertambahnya jumlah penganguran didaerah pedesaan sebagai akibat dari perubahan system pertanian tradisional.
F. Media Masa
Media masa baik itu cetak, siaran radio terlebih televisi telah sedikit banyak mempengaruhi masyarakat menuju arah perubahan social. Perubahan social yang terjadi melalui saluran ini lebih bersifat perubahan yang tidak direncanakan karena terjadi begitu saja diluar jagkauan pengawasan masyarakatserta dapat menimbulkan akibat- akibat social dam masyarakat yang tidak diharapkan, contohnya perubahan mode pakaian, pola pergaulan remaja, selera makan masyarakat.
TUGAS
1. Buatlah rangkuman pada point A (Proses perubahan sosial)!
2. Amatilah lingkungan sekitar anda. saluran apa yang paling dominan dalam perubahan di lingkungan sekitar kalian? Jelaskan
3. Mengapa lembaga ekonomi mempengaruhi perubahan sosial?
Zahrotun Nafis kelas XII IPS selesai
BalasHapusMuhamad Bagus Muhaimin kelas XII IPS selesai
BalasHapusNIYAH NUR ANJANI
BalasHapusXII IPS SELESAI.
1.)Lembaga perkawinan
BalasHapusLembaga perkawinan merupakan lembaga dalam masyarakat yang mengatur perkawiana dalam keluraga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Namun seiring majunya jaman perubahan social enyalurkan perubahan yang terjadi elalui lembaga ini, misalnya dalam peraturan lembaga perkawinan hanya diperbolehkan menikah anatar individu yang berbeda jenis kelamin namun seiring perubahan yang terjadi dalam masyarakat saat ini, lembaga perkawian di beberapa negara mulai melegalkan perkawinan sesame jenis.
2.)Saluran irigasi atau pengairan karena mulai banyak sampah di sungai dan membuat lingkungan di sekitar sungai menjadi tercemar
3.Manusia membutuhkan lembaga yang mengatur kegiatan ekonomi seperti pembagian kerja, kegatanproduksi,distribusi, dan perdagangan. Lembaga ekonomi muncul sejak saat masyarakat mulai melakukan barter secara rutin walaupun saat itu lembaga belum melakuakn perannya secara kompleks. Perubahan social mengunakan lembaga ekonomi sebagai saluran perubahan misalnya pada perubahan social yang tidak dirncanakan (tidak dikehendaki) dimana bertambahnya jumlah penganguran didaerah pedesaan sebagai akibat dari perubahan system pertanian tradisional.